Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Bioherbisida Berbasis Bahan Alami Ramah Lingkungan

Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Bioherbisida Berbasis Bahan Alami Ramah Lingkungan

IntelijenNews.com – Makassar, Dalam upaya mendukung keberlanjutan pertanian yang ramah lingkungan, mahasiswa KKN Unhas Gelombang 113, yang dipimpin oleh Egi Putri Wahyuni, mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bioherbisida berbahan alami di Desa Polewali pada 17 Januari 2025.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16-17 Januari 2025 di dua lokasi strategi yakni Rumah Kepala Dusun Polewali (Posko KKN) dan salah satu rumah warga di Bela-Belawa, Selasa (4/2/2025).

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dan masyarakat sekitar tentang cara membuat bioherbisida yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya dalam pengelolaan gulma.

Latar Belakang Salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh petani di Desa Polewali adalah penggunaan herbisida kimia yang berlebihan.

Selain dapat merusak tanah dan lingkungan, penggunaan bahan kimia ini juga membawa dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, program pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan, yaitu bioherbisida berbahan alami.

Bahan-bahan yang Digunakan
Dalam pelatihan ini, bahan utama yang digunakan untuk membuat bioherbisida meliputi air kelapa, bawang putih, ragi, EM4, dan botol bekas.

Bahan-bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh, aman bagi kesehatan, serta memiliki efektivitas yang baik dalam mengatasi masalah gulma tanpa merusak ekosistem pertanian.

Proses Pelaksanaan Kegiatan dimulai dengan observasi lapangan untuk memetakan masalah yang dihadapi petani terkait dengan gulma dan penggunaan herbisida kimia.

Setelah itu, para peserta diberikan penjelasan tentang pengertian bioherbisida dan manfaatnya bagi pertanian ramah lingkungan. Egi Putri Wahyuni, sebagai penanggung jawab, menjelaskan secara rinci mengenai cara membuat bioherbisida, mulai dari pemilihan bahan, perbandingan bahan, hingga proses fermentasi yang diperlukan.

Manfaat dan Harapan Egi Putri Wahyuni menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di Desa Polewali.

“Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti ini, kita berharap para petani dapat mengurangi penggunaan bahan kimia, yang tidak hanya berbahaya bagi kesehatan, tetapi juga dapat merusak tanah dalam jangka panjang,” ujar Egi.

Masyarakat antusias menyambut pelatihan ini, dengan banyak petani yang menyatakan bahwa mereka akan segera mencoba membuat dan mengaplikasikan bioherbisida di lahan mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa para petani semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan pertanian dan menjaga keseimbangan alam.

Penutup Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bioherbisida ini merupakan langkah positif dalam memperkenalkan teknologi ramah lingkungan di sektor pertanian.

Ke depan, diharapkan agar petani-petani di Desa Polewali semakin terbuka dengan inovasi pertanian yang lebih aman dan ramah lingkungan, serta berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang. (*)

Rd

Tinggalkan Balasan