SMP Negeri 46 Makassar Jalankan Program Buat Sampah Dedaunan Jadi Briket, Ini Beritanya.

SMP Negeri 46 Makassar Jalankan Program Buat Sampah Dedaunan Jadi Briket, Ini Beritanya.

Makassar, SMP Negeri 46 Makassar membuat Briket dari bahan sampah untuk memanfaatkan sampah-sampah, terutama sampah dedaunan, sehingga dapat menekan polusi udara akibat pembakaran sampah daun, Jum’at (28/7/2023).

Saat dijumpai oleh awak media, Sri Dewi Lahafi, S.Pd., M.M Kepala UPT SPF SMPN 46 Makassar menjelaskan, banyaknya kapasitas sampah kayu dan ranting kering yang berguguran di lingkungan UPT SPF SMPN 46 Makassar, sehingga mengakibatkan lingkungan kotor dan tidak sehat serta mengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan sekolah karena kurangnya pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang baik.

“Tujuan ini menargetkan untuk mengurangi dampak lingkungan dari konsumsi dan produksi manusia. Hal ini mencakup pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, dan promosi gaya hidup berkelanjutan,” kata Sri Dewi Lahafi, S.Pd., M.M

Permasalahan sampah di Indonesia antara lain semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat sebagai pembuangan sampah, sampah sebagai tempat berkembang dan sarang dari serangga dan tikus, menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara, menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan kesehatan.

“Saat ini dengan adanya inovasi Buat sampah dedaunan menjadi briket (BUSANA JAKET) dapat meningkatkan kreativitas warga sekolah untuk dapat memanfaatkan sampah tersebut menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai jual tinggi,” ungkapnya.

Lanjut, selain itu lingkungan menjadi lebih bersih, sehat dan sampah terkelola dengan baik. Adapun hal lain yang menjadi manfaat dari inovasi ini adalah guru dapat mengintegrasikan pembelajaran yang berbasis lingkungan, sehingga murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna melalui peningkatan keterampilan murid dalam pemanfaatan dan pengelolaan sampah menjadi barang yang berguna baik sebagai salah satu bentuk pengendalian lingkungan sekolah yang sehat. Program ini melibatkan peran serta aktif masyarakat di sekolah sehingga dapat menambah kemampuan interaksi sosial dan semangat kepedulian di lingkungan sekolah.

“Program ini merupakan salah satu program yang dirancang sebagai inovasi yang akan mendukung pengembangan kesehatan lingkungan sekolah,” katanya

Tambahnya, dengan adanya program ini peserta didik dapat melatih kemandirian, kepemimpinan, tanggungjawab, karakter baik, gotong royong, kreatifitas, mencintai lingkungan, berpikir kritis dan meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis, serta menumbuhkan jiwa usaha bagi para murid di masa depan.

“Hal ini sejalan dengan visi Misi Sekolah yakni “Mewujudkan insan yang cerdas secara spiritual, emosional dan intelektual serta berwawasan lingkungan”. Selain itu program ini merupakan salah satu penunjang dari program Kementrian Lingkungan Hidup yaitu Adiwiyata Sekolah yang sekarang kami jalankan,” jelasnya.

Adapun cara kerja inovasi untuk menjalankan program inovasi Buat Sampah Dedaunan Menjadi Briket (BUSANA JAKET) ia mengawalinya dengan melakukan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, kemudian mengatur rencana pelaksanaan, mengidentifikasi ketersediaan bahan dasar pembuatan briket, melaksanakan program dan Membentuk kepanitiaan agar program berjalan dengan baik kemudian melakukan monitoring dan evaluasi.

Adapun tujuan dari inovasi sekolah ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan berpikir: Inovasi sekolah ini dapat mendorong penggunaan pendekatan yang lebih kreatif dalam pengajaran, memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah.
2. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah: Inovasi tidak hanya terbatas pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup pengelolaan sekolah secara keseluruhan. Penggunaan teknologi dalam administrasi, manajemen sumber daya, dan komunikasi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional sekolah.
3. Untuk menjawab tuntutan zaman: Dunia terus berubah, dan inovasi sekolah ini bertujuan untuk menjawab tuntutan zaman serta menghadapi tantangan pendidikan yang muncul di masa depan.
4. Untuk peningkatan daya saing sekolah: Sekolah yang mampu menerapkan inovasi secara efektif cenderung lebih menarik bagi calon siswa dan orang tua. Hal ini dapat meningkatkan daya saing sekolah dan citra positif dalam masyarakat.
5. Untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21: Tujuan inovasi sekolah ini adalah membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk abad ke-21, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja secara kolaboratif, inovatif, kratif, berpikir kritis, dan beradaptasi dengan perubahan teknologi dan masyarakat.
6. Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar bagi siswa dalam belajar dan berinteraksi di luar ruangan.

“Inovasi yang kami lakukan di sekolah ini dimulai dari tahap perencanaan di bulan  April 2023, lalu kami bergerak untuk tahap pra implementasinya di bulan Mei  2023. Setelah tahap pra implementasi ini kami melakukan uji coba inovasi di  bulan agustus dan berjalan lancer. Karena tahap uji coba ini kami anggap berhasil maka kami melakukan penerapannya di bulan Juni hingga bulan Agustus 2023,” tuturnya.

“Pada saat penerapan ini, UPT SPF SMP Negeri 46 Makassar mereplikasi inovasi ini  di bulan oktober sampai bulan Desember 2023. Dan di bulan desember 2023 juga inovasi yang kami lakukan telah di evaluasi oleh pengawas sekolah,” tambahnya.

Tidak hanya itu saja, Sri Dewi Lahafi, S.Pd., M.M juga menambahkan, pada tahap ini, banyak perubahan yang kami rasakan sebelum inovasi dan setelah  inovasi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sampah ranting, batang dan daun dari pohon yang terdapat di lingkungan sekolah kami menjadi kurang sekarang. Selain itu halaman terlihat luas dan dapat digunakan sebagai area latihan dan kegiatan ekstrakurikuler bagi murid-murid kami. Semakin meningkatnya  siklus udara sehat yang kami rasakan di sekitar lingkungan sekolah.

“Dengan adanya program seperti ini, Sekolah memiliki salah satu inovasi unggulan yang mendukung program-program sekolah dengan memberdayakan aset berupa sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA) yang dimiliki sekolah yang berdampak baik bagi lingkungan sekolah dan Terwujudnya program yang berdampak pada murid sebagai salah satu program untuk mewujudkan visi dan misi sekolah, yaitu menciptakan warga sekolah yang kreatif, inovatif dan peduli lingkungan serta Menghasilkan produk yang dapat digunakan dan dijadikan sebagai barang usaha,” pungkasnya. (*)

Laporan : Red

Tinggalkan Balasan